Sabtu, 07 Desember 2013

Menyikapi Penolakan

Ada kalanya Anda ditolak lalu larut dalam kesedihan dan menyalahkan pihak yang menolak Anda. Cara itu hanya akan melemahkan Anda.Jangan seperti itu. Sikapilah penolakan dengan cara yang benar. Lihatlah penolakan itu sebagai anugerah Tuhan agar Anda menyadari kekurangan dan memerbaikinya. Lihatlah juga hal itu sebagai bukti cinta Tuhan agar Anda belajar lebih rajin, bekerja lebih giat, dan memandang ke depan lebih fokus. Fokuskan pandangan pada tujuan dan peluang, fokuskan perasaan pada rasa syukur kepada Tuhan, dan fokuskan perhatian pada kekuatan diri dan pada orang-orang yang mendukung Anda BUKAN pada kelemahan diri dan pada orang-orang yang menolak Anda.

Rabu, 13 November 2013

Bersama dan Berpisah Hanya Karena Allah

Ada tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah di Padang Mahsyar nanti pada hari kemudian. Salah satunya adalah dua orang muda yang bersama karena Allah dan berpisah juga karena Allah. Mari kita hindari pertemuan yang bukan karena Allah dan perpisahan yang bukan karena Allah. Ada saja alasannya, mungkin karena dorongan nafsu, birahi, angkara murka, iblis, dsb. Kebersamaan karena Allah kita tingkatkan. Kalau terpaksa berpisah karena Allah, mari kita jalankan. Kecuali itu, pikir-pikir dulu. Sesal kemudian tak berguna....

Selasa, 12 November 2013

Don't Kill the Ghoose that Lays the Golden Eggs

Judul di atas merupakan pesan moral cerita orang yang menginginkan semua telur emas di perut angsa. Dia belah perutnya karena tidak sabar menunggu telurnya. Padahal angsa itu bertelur secara teratur. Akhirnya ia tidak dapat apa-apa. Angsanya pun mati. Memang ada dua versi cerita, yaitu oleh Avianus dan oleh Caxton. Namun pesan moralnya sama. Cerita itu seiring dengan fabel La Poule aux oeufs d'or oleh Jean de La Fontaine. Kita harus sabar dalam mengupayakan kebahagiaan yang hakiki yang dijanjikan Tuhan. Ia tidak pernah dan tidak akan ingkar janji. Kewajiban kita adalah mengikuti sistem-Nya. Idiom bahasa Inggris "Killing the golden ghoose" berintikan ketidaksabaran, kerakusan, dan sejenisnya yang memusnahkan harapan. Dalam contoh sehari hari, dalam versi saya, membunuh angsa emas itu kira-kira: berkata kasar, memutuskan silaturahim, menyakiti orang lain, tidak akur dengan tetangga atau teman, berlaku sombong, memusuhi Tuhan, dan aneka perilaku buruk lain. Hati-hati dalam berbuat dan berkata-kata karena hal itu akan memutuskan harapan memeroleh rejeki maupun kebahagiaan lain pada masa-masa mendatang. Maka don't kill the goose that lays the golden eggs. Semoga.

Pelihara Kebersamaan dalam Keluarga

Terkadang kita marah. Kata orang marah benar sampai ubun-ubun. Sebenar gak juga. Biasa-biasa saja lah. Kita hanya tebawa oleh hawa nafsu. Setiap orang punya kelemahan tetapi banyak sekali kelebihannya. Coba kita fokuskan pikiran kita pada kebaikan pasangan kita, jangan pada kekurangannya. Coba kita berpikir besarnya manfaat hidup bersamanya, jangan berpikir melepaskannya. Apalagi sudah berpikir ada calon lain. Aduh. Jangan. Kalau kita larut dengan nafsu maka syetan akan terus memberikan bahan bakar. Bayangkan, membina keluarga itu jihad fii sabilillah juga lho. Di situ ada kasih sayang, ada juga pendidikan, ada juga sedekah, dan masih banyak lagi.

Kamis, 07 November 2013

Lihatlah Kehadiran Tuhan

Apa pun yang kita alami. Kemanapun wajah kita menghadap. Apapun yang kita makan. Apapun yang tampak oleh mata fisik kita. Di situ ada kemurahan Tuhan. Ia yang menyebabkan terjadinya segala sesuatu. Ia hadir dalam setiap peristiwa. Untuk kita yang dikasihi-Nya. Perbuatlah yang terbaik; dengan cara terbaik. Seolah-olah kita melihat-Nya. Kalaupun tidak dapat; yakinlah, Ia melihat kita.

Selasa, 05 November 2013

Bersikap dan Berperilaku Biasa-Biasa Saja

Jangan mengagumi dan mencintai manusia terlalu kagum dan terlalu cinta. Bisa-bisa Anda kecewa pada suatu masa. Jangan membenci manusia terlalu benci. Bisa-bisa Anda malu pada suatu masa. Biasa-biasa saja lah. Yang tampak hebat belum tentu hebat benar. Yang tampak buruk belum tentu buruk benar. Kagumilah Sang Pencipta, bukan ciptaannya. Bencilah iblis dan syaitan yang selalu ingin menjerumuskan kita. Mari lakukan yang terbaik untuk bangsa dan umat manusia.

Perlu Diam dan Merenung

Makin banyak bicara; makin banyak dosa.
Ingin minta maaf langsung; tapi banyak amat dan lama.
Ingin minta maaf terbuka; tapi orang banyak direpotkan membaca.
Manfaat berbicara pasti ada; tapi perlu ada jeda.
Perlu merenung; mengitung dosa; mengurangi dosa.
DIAM: Pikirkan berbuat apa; dengan cara apa.....