Selasa, 12 November 2013
Don't Kill the Ghoose that Lays the Golden Eggs
Judul di atas merupakan pesan moral cerita orang yang menginginkan
semua telur emas di perut angsa. Dia belah perutnya karena tidak sabar
menunggu telurnya. Padahal angsa itu bertelur secara teratur. Akhirnya
ia tidak dapat apa-apa. Angsanya pun mati. Memang ada dua versi cerita, yaitu oleh Avianus
dan oleh Caxton. Namun pesan moralnya
sama. Cerita itu seiring dengan fabel La Poule aux oeufs d'or oleh Jean
de La Fontaine. Kita harus sabar dalam mengupayakan kebahagiaan yang
hakiki yang dijanjikan Tuhan. Ia tidak pernah dan tidak akan ingkar
janji. Kewajiban kita adalah mengikuti sistem-Nya. Idiom bahasa Inggris
"Killing the golden ghoose" berintikan ketidaksabaran, kerakusan, dan
sejenisnya yang memusnahkan harapan. Dalam contoh sehari hari, dalam
versi saya, membunuh angsa emas itu kira-kira: berkata kasar, memutuskan
silaturahim, menyakiti orang lain, tidak akur dengan tetangga atau
teman, berlaku sombong, memusuhi Tuhan, dan aneka perilaku buruk lain.
Hati-hati dalam berbuat dan berkata-kata karena hal itu akan memutuskan
harapan memeroleh rejeki maupun kebahagiaan lain pada masa-masa
mendatang. Maka don't kill the goose that lays the golden eggs. Semoga.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar